Minggu, Maret 20, 2011

Gambaru!

Tragedi gempa bumi, tsunami, en kebocoran nuklir di Jepang di Maret 2011 ini termasuk bencana besar di dunia, terbesar untuk tsunami malah. Tapi dunia dibikin takjub dengan cara pemerintah en warga Jepang menghandle perbaikan negaranya. Lewat bencana ini, org Jepang membuktikan kalo mereka adalah org2 bermartabat yang patut dihargai.

Saat membaca komentar di salah satu portal berita lokal, g jadi sebel dengan komentar2 negatif yang bernada "ky gini aza, kita jg bisa." Well, kita emg bisa, masalahnya, mulailah dengan pembuktiannya.
G yakin saat bencana melanda bangsa kita, banyak potret2 org2 yang berhati mulia, membantu dengan niat tulus. En g jg yakin, banyak kasus2 ga bermartabat yg muncul.

Berikut ini artikel yang di-junk Yanes. (OOT, please keep the junk coming, very useful in a gloomy and boring days).
Entah artikel ini asli ato tidak, tapi penulisnya mengajarkan sesuatu yang baik untuk kita, agar kita ga jadi org2 en bangsa yang bermental tempe en manja.


"Terus terang aja, satu kata yang bener2 bikin muak jiwa raga setelah tiba di Jepang dua tahun lalu adalah : GAMBARU alias berjuang mati-matian sampai titik darah penghabisan.
Muak abis, sumpah, karena tiap kali bimbingan sama prof, kata-kata penutup selalu : motto gambattekudasai (ayo berjuang lebih lagi), taihen dakedo, isshoni gambarimashoo (saya tau ini sulit, tapi ayo berjuang bersama-sama), motto motto kenkyuu shitekudasai (ayo bikin penelitian lebih dan lebih lagi). Sampai gw rasanya pingin ngomong, apa ngga ada kosa kata lain selain GAMBARU? apaan kek gitu, yang penting bukan gambaru.
Gambaru itu bukan hanya sekadar berjuang2 cemen gitu2 aja yang kalo males atau ada banyak rintangan, ya udahlah ya...berhenti aja. Menurut kamus bahasa jepang sih, gambaru itu artinya : "doko made mo nintai shite doryoku suru" (bertahan sampai kemana pun juga dan berusaha
abis-abisan) Gambaru itu sendiri, terdiri dari dua karakter yaitu karakter "keras" dan "mengencangkan". Jadi image yang bisa didapat dari paduan karakter ini adalah "mau sesusah apapun itu persoalan yang dihadapi, kita mesti keras dan terus mengencangkan diri sendiri, agar kita bisa menang atas persoalan itu" (maksudnya jangan manja, tapi anggap
semua persoalan itu adalah sebuah kewajaran dalam hidup, namanya hidup emang pada dasarnya susah, jadi jangan ngarep gampang, persoalan hidup hanya bisa dihadapi dengan gambaru, titik.).
Terus terang aja, dua tahun gw di jepang, dua tahun juga gw ngga ngerti, kenapa orang2 jepang ini menjadikan gambaru bagai falsafah hidupnya. Bahkan anak umur 3 tahun kayak Joanna pun udah disuruh gambaru di sekolahnya, kayak pake baju di musim dingin mesti yang tipis2 biar ngga manja terhadap cuaca dingin, di dalam sekolah ngga boleh pakai kaos kaki karena kalo telapak kaki langsung kena lantai itu baik untuk kesehatan, sakit2 dikit cuma ingus meler2 atau
demam 37 derajat mah ngga usah bolos sekolah, tetap dihimbau masuk dari pagi sampai sore, dengan alasan, anak akan kuat menghadapi penyakit jika ia relawan penyakitnya itu sendiri.
Akibatnya, kalo naik sepeda di tanjakan sambil bonceng Joanna, dan gw ngos2an kecapean, otomatis Joanna ngomong : Mama, gambare! mama faitoooo! (mama ayo berjuang, mama ayo
fight!).
Pokoknya jangan manja sama masalah deh, gambaru sampe titik darah penghabisan it's a must!
Gw bener2 baru mulai sedikit mengerti mengapa gambaru ini penting banget dalam hidup, adalah setelah terjadi tsunami dan gempa bumi dengan kekuatan 9.0 di jepang bagian timur. Gw tau, bencana alam di indonesia seperti tsunami di aceh, nias dan sekitarnya, gempa bumi di padang, letusan gunung merapi....juga bukanlah hal yang gampang untuk dihadapi. Tapi, tsunami dan gempa bumi di jepang kali ini, jauuuuuh lebih parah dari semuanya itu. Bahkan, ini adalah
gempa bumi dan tsunami terparah dan terbesar di dunia. Wajaaaaaaar banget kalo kemudian pemerintah dan masyarakat jepang panik kebingungan karena bencana ini. Wajaaaaar banget kalo mereka kemudian mulai ngerasa galau, nangis2, ga tau mesti ngapain.
Bahkan untuk skala bencana sebesar ini, rasanya bisa "dimaafkan" jika stasiun-stasiun TV memasang sedikit musik latar ala lagu-lagu ebiet dan membuat video klip tangisan anak negeri yang berisi wajah-wajah korban bencana yang penuh kepiluan dan tatapan kosong tak punya
harapan. bagaimana tidak, tsunami dan gempa bumi ini benar-benar menyapu habis seluruh kehidupan yang mereka miliki. Sangat wajar jika kemudian mereka tidak punya harapan.
Tapi apa yang terjadi pasca bencana mengerikan ini? Dari hari pertama bencana, gw nyetel TV dan nungguin lagu-lagu ala ebiet diputar di stasiun TV. Nyari-nyari juga di mana rekening dompet bencana alam. Video klip tangisan anak negeri juga gw tunggu2in. Tiga unsur itu (lagu ala ebiet, rekening dompet bencana, video klip tangisan anak negeri), sama sekali ngga disiarkan di TV.
Jadi yang ada apaan dong? Ini yang gw lihat di stasiun2 TV :
1. Peringatan pemerintah agar setiap warga tetap waspada
2. Himbauan pemerintah agar seluruh warga jepang bahu membahu menghadapi bencana (termasuk permintaan untuk menghemat listrik agar warga di wilayah tokyo dan tohoku ngga lama-lama terkena mati lampu)
3. Permintaan maaf dari pemerintah karena terpaksa harus melakukan pemadaman listrik terencana
4. Tips-tips menghadapi bencana alam
5. nomor telepon call centre bencana alam yang bisa dihubungi 24 jam
6. Pengiriman tim SAR dari setiap perfektur menuju daerah-daerah yang terkena bencana
7. Potret warga dan pemerintah yang bahu membahu menyelamatkan warga yang terkena bencana (sumpah sigap banget, nyawa di jepang benar-benar bernilai banget harganya)
8. Pengobaran semangat dari pemerintah yang dibawakan dengan gaya tenang dan tidak emosional : mari berjuang sama-sama menghadapi bencana, mari kita hadapi (government
official pake kata norikoeru, yang kalo diterjemahkan secara harafiah : menaiki dan melewati) dengan sepenuh hati
9. Potret para warga yang terkena bencana, yang saling menyemangati :*ada yang nyari istrinya, belum ketemu2, mukanya udah galau banget, tapi tetap tenang dan ngga emosional, disemangati nenek2 yang ada di tempat pengungsian : gambatte sagasoo! kitto mitsukaru kara. Akiramenai de (ayo kita berjuang cari istri kamu. Pasti ketemu. Jangan menyerah)*
Tulisan di twitter : ini gempa terbesar sepanjang sejarah. Karena itu, kita mesti memberikan usaha dan cinta terbesar untuk dapat melewati bencana ini; Gelap sekali di Sendai, lalu ada satu titik bintang terlihat terang. Itu bintang yang sangat indah. Warga Sendai, lihatlah ke atas.
Sebagai orang Indonesia yang tidak pernah melihat cara penanganan bencana ala gambaru kayak gini, gw bener-bener merasa malu dan di saat yang bersamaan : kagum dan hormat banget sama warga dan pemerintah Jepang. Ini negeri yang luar biasa, negeri yang sumber daya alamnya terbatas banget, negeri yang alamnya keras, tapi bisa maju luar biasa dan punya mental sekuat baja, karena : falsafah gambaru-nya itu. Bisa dibilang, orang-orang jepang ini ngga punya apa-apa selain GAMBARU. Dan, gambaru udah lebih dari cukup untuk menghadapi segala persoalan dalam hidup.
Bener banget, kita mesti berdoa, kita mesti pasrah sama Tuhan. Hanya, mental yang apa-apa
"nyalahin" Tuhan, bilang2 ini semua kehendakNya, Tuhan marah pada umatNya, Tuhan marah melalui alam maka tanyalah pada rumput yang bergoyang.....
I guarantee you 100 percent, selama masih mental ini yang berdiam di dalam diri kita, sampai kiamat sekalipun, gw rasa bangsa kita ngga akan bisa maju. kalau ditilik lebih jauh, "menyalahkan" Tuhan atas semua bencana dan persoalan hidup, sebenarnya adalah kata lain dari ngga berani bertanggungjawab terhadap hidup yang dianugerahkan Sang Pemilik Hidup. Jika diperjelas lagi, ngga berani bertanggungjawab itu maksudnya : lari dari masalah,
ngga mau ngadepin masalah, main salah2an, ngga mau berjuang dan baru ketemu sedikit rintangan aja udah nangis manja.
Kira-kira setahun yang lalu, ada sanak keluarga yang mempertanyakan, untuk apa gw menuntut ilmu di Jepang. Ngapain ke Jepang, ngga ada gunanya, kalo mau S2 atau S3
mah, ya di eropa atau amerika sekalian, kalo di Jepang mah nanggung. Begitulah kata beliau.
Sempat terpikir juga akan perkataannya itu, iya ya, kalo mau go international ya mestinya ke amrik atau eropa sekalian, bukannya jepang ini. Toh sama-sama asia, negeri kecil pula dan kalo ga bisa bahasa jepang, ngga akan bisa survive di sini. Sampai sempat nyesal juga,kenapa gw ngedaleminnya sastra jepang dan bukan sastra inggris atau sastra barat lainnya.
Tapi sekarang, gw bisa bilang dengan yakin sama sanak keluarga yang menyatakan ngga ada gunanya gw nuntut ilmu di jepang. Pernyataan beliau adalah salah sepenuhnya. Mental gambaru itu yang paling megang adalah jepang. Dan menjadikan mental gambaru sebagai way of life adalah lebih berharga daripada go international dan sejenisnya itu. Benar, sastra jepang, gender dan sejenisnya itu, bisa dipelajari di mana saja. Tapi, semangat juang dan mental untuk tetap berjuang abis-abisan biar udah ngga ada jalan, gw rasa, salah satu tempat yang ideal untuk memahami semua itu adalah di jepang. Dan gw bersyukur ada di sini, saat ini. Maka, mulai
hari ini, jika gw mendengar kata gambaru, entah di kampus, di mall, di iklan-iklan TV, di supermarket, di sekolahnya joanna atau di mana pun itu, gw tidak akan lagi merasa muak
jiwa raga.
Sebaliknya, gw akan berucap dengan rendah hati : Indonesia jin no watashi ni gambaru no seishin to imi wo oshietekudasatte, kokoro kara kansha itashimasu. Nihon jin no minasan no yoo ni, gambaru seishin wo mi ni tsukeraremasu yoo ni, hibi gambatteikitai to omoimasu. (Saya ucapkan terima kasih dari dasar hati saya karena telah mengajarkan arti dan mental gambaru bagi saya, seorang Indonesia. Saya akan berjuang tiap hari, agar mental gambaru merasuk dalam diri saya, seperti kalian semuanya, orang-orang Jepang).
Say YES to GAMBARU! "

Senin, Desember 13, 2010

Thai Part 3

Day 5
Plan hari ini ke Chatuchak en Siam Niramit.
Hari ini hari Minggu. Pasar Chatuchak, yg ktnya pasar terbesar se-Asia Tenggara, hanya buka pada weekend, Sabtu en Minggu. Jadi hari ini merupakan kesempatan terakhir kami utk ke sono.
Dengan menggunakan bis (setelah dgn gigih bertanya ke sana sini-red), kt pergi ke Chatuchak. Perjalanannya sktr 30 menit, jd harga bisnya lbh mahal, 11THB\org. Di tengah jalan kt menyaksikan aksi demo yg tenang dr rombongan kaos merah. Sempat dag dig dug jg sih kalo2 terjadi kerusuhan :)
Kt nyampe di Chatuchak sekitar jam 10 pagi. Pasarnya emg luas banget. Di pintu masuknya ada petugas yg membagi2kan peta Chatuchak, berguna bgt kok petanya. Kita menghabiskan waktu ampe sore di sini, en emg kl buat ce2 yg doyan belanja or khusus hunting barang2, seharian di sini ga bakalan cukup, karena barang yg dijual beragam, mulai dr pakaian bekas ampe binatang peliharaan.

Chatuchak park

burung2nya jinak

Kita cm bolak balik melihat barang2 yg dijual, beli oleh2, liat2 binatang2 yg dijual, en makan :D. Di deket Chatuchak ada mall en plaza gt.

G beli teh buat bawa pulang. G sll tertarik utk merasakan teh yg khas dr tiap tempat.
Untuk belanja oleh2, chatuchak sangat recommended, krn banyak bgt pilihannya. Buah potong yg dijual segar2. Jeruknya bahkan berasa seperti madu, yummy.
Ada sate kentang yg digoreng ampe garing, enak d. Terus beli squid egg, telur cumi2 sih katanya, tp rasanya ky tepung kanji yg digoreng, dunno, rasanya agak aneh. Pokoknya nyobain jajanan till drop dah :D.
Karena waktunya masih lama buat pertunjukan Siam Niramit, en kt dah bosen duduk2 di mall terus pindah lg duduk2 di Chatuchak park, akhirnya kt iseng, ikut MRT dr ujung ke ujung, hehe.. Maklum, di Indo ga ada :D. Sekalian numpang ngadem. Alat transportasi di Thai bersih2 loh, patut diacungin jempol dah.
Malamnya kt pergi nonton Siam Niramit. Pertunjukan drama yg menceritakan sejarah Thailand. Pemerannya banyak bgt. Kt bahkan di tengah jalan sempat nanya jalan ke org, yg ujung2nya blg kl dia kerja di Siam Niramit jg :).
Pertunjukannya dikemas dengan sangat serius, bahkan sampe ada gajah dihadirkan di tengah2 penonton. Lightning en media lain yg digunakan sangat keren, mereka bikin ujan di atas panggung. Tp g ga gt demen. Bagus buat yg belon pernah sih, krn ini salah satu a must-nya di Bangkok. Tp buat g tontonan ini cukup jd yg pertama en terakhir kalinya :).

Lampu gajah di Siam Niramit

Malamnya kt beli durian di Khaosan, yummy :D

Day 6
Plan hari ini berangkat ke Ayuthaya.
Which is gagal total.. Ayuthaya adalah mantan ibukotanya Thailand. Banyak wat/tempat ibadah en istana yg bisa dikunjungin di sono. Sebenarnya g ga gt tertarik lg melihat wat2-an, selama di Thai lu bisa liat wat ampe kl diajakin liat wat lg lu bakal blg so wat? Tp kt tertarik jg sih pergi ke kota lainnya, en merasakan atmosfir yg berbeda dr Bangkok yg crowded or Pattaya yg khas kota pantai.
Sebelumnya kt pindah hotel dulu, ke Mandarin hostel. Tempatnya lbh bersih en wangi.
Kt beli tiket kereta api di station HuaLamphong. Tiketnya murah bgt (12THB\org utk perjalanan sejam-an), en interior kereta apinya dr kayu. G sbnrnya lebih tertarik liat kereta apinya sih, hehehe.. krn diblgnya unik dr kayu.

Bus stop yg dah lusuh

Stlh melewati station pertama, kereta apinya berhenti lama sekali. Krn kt ga ngerti apa yg terjadi, en denger berita sebelumnya kl di bbrp daerah di Thai lg banjir, akhirnya kt memutuskan untuk turun dr kereta. Kt kuatir kl ga bisa balik dr Ayuthaya di hari itu jg. Hiks.. intinya kt gagal ke Ayuthaya, tp berhasil naik kereta api kayu :D (yg ga tll menarik sbrnya, hehe).
Akhirnya dgn MRT kt balik lg ke Chatuchak park, krn deket dr station terakhir kt berhenti. Liat2 pasar Chatuchak yg dah sepi, stlh kemarinnya rame bgt. Makan dulu di pinggiran jalannya, abis tuh kt ke tamannya.

Tamannya luas dengan danau di tengah2nya. Banyak warga Thai yg duduk2 di sono, byk jg yg pacaran ato janjian ketemuan di sono (soale byk yg duduk sendiri) :) Kt naik perahu angsa, duduk2, kasih makan burung en ikan. Di pinggir kolam ada yg khusus jual roti2 basi buat dikasih ke burung en ikan.
Siangnya kt jalan ke mall2 di sepanjang Siam en Pratunam. Mall di Thai byk banget, mulai dr yg sejenis ITC, plaza ampe mall mewah. Mall Pratunam di dkt Siam Center sangat recommended. G beli dress terusan cm 45rb kl dirupiahkan.
Ini semacam ITC, tp lbh enak buat jalan2. En barang2nya bagus2, bisa khilaf kl ga inget budget :)

Ini kuil Ganesha yg di depan mall2 megahnya

Warga Thai cuek aza tuh sembahyang di kuilnya sambil diliatin pengunjung mall

Malamnya, terjadi event yg paling nyebelin selama kt di Thai. Kita memutuskan untuk nonton Thai girl show di Patpong. Yep, we are curious and pengen blg kl g dah pernah nonton loo :)). Berdasarkan informasi di inet, kt bakalan ditawarin di gang2 Patpong ma co2 salesnya.. check.
Di harga yg tertera di brosur, ditulisnya 100THB\org buat welcome drink, sisanya gratis.. check. Kt bahkan bertanya ke beberapa sales dulu soal ini.
Kt setuju buat masuk dlm jebakannya akhirnya. Tempat shownya terletak di lantai dua salah satu ruko di sono. Gelap, di sekeliling ruangan ada sofa en di tengah2nya ada stage mini gt,lengkap ma tiang2nya. Ce2 yg show itu dah tua2, dengan perut seperti dah melahirkan 3x. Shownya ga usah dituliskan di sini dah, pm aza kl minat denger,hehehe.. Intinya g ga tertarik liat lbh lama lagi, it was gross. Cm minum sedikit sktr 15 menit kt memutuskan mo pergi. Di sinilah kt shock, krn dipaksa utk bayar 3000THB berdua untuk shownya. What? Kt bertengkar dulu ma germonya, terus ngasih 300THB ke dia, terserah dia mau ato tidak. Di bawah g marah2 terus krn ga rela ditipu gt. Sebel bgt.
Ternyata, we didn't do our homework well. Tempat ky gt dah ada dr puluhan taon yg lalu, en byk bgt org yg tertipu sprti kt. Di www.bangkokscams.com byk testimoni tentang tempat sprti itu.
Yah, pengalaman menyebalkan..
Untungnya malamnya kt beli durian lagi :) jd sebelnya sedikit terobati.

Yummy again :)

Sabtu, Desember 11, 2010

Thai (Part 2)

Day 3
Plan hr ini menuju kota Bangkok.
Pagi2 masih ujan, jd kt check out dr hotel sktr jam 9-an. Kt ngembaliin motor dulu, ternyata orgnya blm datang. Emg dia blg bukanya jam 10 sih. Jd kt nongkrong di deket sono dulu, terus pesan kwecap ma mie ma ibu2 yg jualan di gerobak motor. Rasanya enak, tp byk jeroannya, g ga gt demen. Jam 10 lewat dikit org yg nyewain datang, kt balikin motor.

selama nunggu pemilik rental datang

Perjalanan menuju bus stationnya Pattaya bener2 menggenaskan. Kt naik songthaw dgn pedenya, berbekal peta, naik turun sambung menyambung song thaw, ujung2nya kt tersesat :(( nanya sana sini, bykan nganjurin naik ojek motor. Tp krn di petanya terlihat ga gt jauh, g emoh. Akhirnya stlh sejam nyampe di stationnya. Ternyata kt salah jalan di perempatan pertama, huhuhu..
Tiket bus ke Bangkok seharga 113THB\org. Sktr 2 1/2 jam kemudian kt nyampe di Bangkok. Sekilas pandang hampir seperti Jakarta. Ramai en penuh gedung2. Terminal bisnya sendiri tidak meyakinkan, tp paling ga lebih tertata.
Kt beli snack di toko deket situ baru menuju ke terminal BTS terdekat, Ekkamai. Perjalanan mencari hotel jg bener2 menyiksa. Singkatnya kt berhasil mendapatkan hotel di ChinaTown, White Orchid. Hotelnya sih standard lah, tp dgn hrgnya mah ga worthed menurutku. Untungnya kt dapatin voucher dr travel, jd jauuhhh lbh murah.
Kt istirahat bentar. Sorenya baru keluar nyari makan. Makan mie di rumah makan deket hotel.
Chinatown ini jauh dr BTS or MRT, jadi untuk rute jalan rada ribet. Namun untuk option makanan en belanja, i love it very much :D Banyak yg jual souvenir, kain, dll. En makanannya no doubt, banyak banget. 'Kao lak' en durian banyak dijual di sini. 'Kao lak' itu semacam kacang /kenari, kl di kotaku itu dijadiin isi bakcang, enak :D. Tp krn harganya mahal en ga tau dimkn lsg gt enak ga, jd ga tll minat.
Pas di tepi jalan, g liat ibu2 jualan ketan durian, g so pasti naksir donk.. ma ketannya. Baunya aza dah menggoda. Ketan putih + durian + santan wangi, hmm.. Beli sebungkus 30THB, rada mahal emg krn kecil, tp wanginya mengalihkan duniaku :)
Abis mkn kt naik tuk-tuk ke MBK, slh satu mall terkenal di Bangkok. Lebih mirip ITC di Jakarta. Barang2nya lumayan komplit, en kaos2nya tertera dgn harga yg sama dgn tempat lain, jd ga perlu tll takut kemahalan. Meskipun kl belanja di Thai, nawar itu sangat dianjurkan.
G cm beli lotion di Watson. What? Jgn protes krn g emg lg perlu en di Bali ga ada Watson.
Di pinggiran jalan banyak pedagang kaki lima. Biarpun pedagang kaki lima, tp yg jual ce2 putih2 en kinclong2 (yg pasti bikin co2 ngiler), en barang2nya jg bagus2.
Kt nekad pulang naik bis. Ngeliat banyak yg lg nunggu bis, g iseng nanyain ce yg berdiri dkt g, bis nomor berapa yg menuju chinatown. (G lupa nomor bisnya, byk bis yg menuju ke chinatown). Edo nyesel ga ngobrol byk ma ce tadi, cakep sih ;))
Kt akhirnya nyampe dgn selamat di hotel. Bisnya bersih, naik turunnya jg aman. Awalnya sih deg2an, tp dgn Inggris seadanya, kondekturnya akhirnya nyambung jg ma kt. Tarif bisnya cm 7THB/org, alat transport favorit dah.
Sblm balik hotel, kt jalan2 dulu di pinggiran jalannya. Banyak yg jualan makanan, macam2. Ada mie hongkong lah, asinan Thai (song tham, ini recommended buat yg seneng asem2), gorengan2, dll. Alhasil kt pulang ke hotel bawa kecil. Kt maunya nyobain semua, lagian harganya ga mahal, cm 10-20THB.

jajan all the way

Day 4
Plan hr ini pindah ke Khaosan.
Ujan deres dr pagi. Kt ga punya pilihan, ujan2an menuju ke pelabuhan\Pier terdekat. Pelabuhannya deket hotel, tp melewatin pasar di jalan kecil. Kita makan dulu di deket pasarnya. Nasi ayam ibab en mie ayam. Enak banget :D Krn nasi ayam ibabnya inilah kt balik lg ke ChinaTown di hari terakhir.
bumbu yg biasanya tersedia di meja

nasi ayam ibab

Di perjalanan ke Khaosan, kt nanya jalan ke seorang bapak di kapal. Eh, dia malah baik bgt nganterin kt ke Khaosannya. Sepanjang jalan cerita terus, aplg pas dia tau kt dari Bali. 'I want to go there someday', ktnya. Dia malah ingetin kt buat ati2 ma pengendara taxi, penipu2, dll. :)

transport umum di chao phraya

Kita akhirnya pisah ma bapak itu. Terus nyari losmen (yep, kt nyari yg murah meriah). Akhirnya kt dapat hostel dgn hrg 250THB per malam. Pake fan en kamar mandi luar, tp kmrnya msh teritung bersih en rapi. Hanya, krn kmr mandinya di luar, kondisinya lumayan menggenaskan. Sbnrnya g ga betah, tp kt malah bertahan 2 hari di sono, dgn alasan murah en kt pake kamar mandi yg rada bersih di lantai atasnya. =,= Inilah alasannya duit jatah kt masih bersisa lumayan saat pulang.
Di lantai 1 hostelnya ada tour en travel gt. Kt beli tiket Siam Niramit di sono, buat esok harinya. 950THB per org, tanpa transport lg tentunya :)
Abis tuh kt jalan ke Grand Palace. Jajan di sepanjang jalan.
Kt nyasar ke satu tempat ibadah sana, kirain itu Grand Palace, hehe..
Beli tiket Grand Palace seharga 350THB, tp bisa dipake buat masuk ke beberapa tempat wisata lainnya, jd ky tiket terusan gt.
Grand Palace-nya bagus, kek candi2 yg ditempelin keramik warna warni. Unik en bagus buat foto2. Ati2 krn ga semua tempat di sono boleh dipake buat foto2. Untuk sejarahnya di sono kt ga tll tertarik,jd ga bisa cerita byk :)
patung penjaga di deket entrance Grand Palace

Bangunan2 di dlm Grand Palace

Abis dr Grand Palace, kt ke Wat Pho. Patung Budha tidur, gede bgt. Jari kaki nya aza lbh gede dr muka g keknya. Harga tiket masuk Watpho 50THB\org.

Wat Pho ato Budha tidur

Sebar koin di dlm mangkok buat keberuntungan

Abis dr Wat Pho, kt menuju station Hua Lamphong naik tuk2. Kt jalan menelusuri mall2 di daerah Siam.
Malamnya kt pergi ke Suan Loom night bazaar di Lumpini. Tadinya mo nonton pertunjukan thai boxing di lumpini stadium, tapi mahal, ga jadi dah. Makan di food court sana. Ternyata krn ujan terus, banjir jg pasarnya, cm di sebagian kecil sih. Barang2 di Suan Loom lumayan unik, namun harga yg ditawarkan lbh mahal. Bagus buat yg pinter nawar :).

Minggu, November 28, 2010

Thai Part 1

Dah lama pengen nulis, tp cm pengen doank, hehe..
Pengen nulisin soal pengalaman g selama di negeri gajah putih. Dah lumayan lama sih, tapi lumayan berkesan, so masih inget. Ditambah g sll nyari info lewat pengalaman org di blog2 lain, ini mungkin bisa berguna one day buat yg pertama kali mo ke sana jg.

Kita beli tiketnya dah dr awal taon, biasa lah, tiket AA promo. Berangkat di bulan October ini (2010), sehari setelah ultahku. Kita mencari info en perencanaan secukupnya. Selama ini selalu dlm schedule yg ketat en tertata kl pas jalan2 begini, jadi kali ini pengennya sih bener2 ala liburan, bukan budak jadwal. Kaga terikat jadwal ketat ky lg ikut tour, kt bener2 jalan2 kaya bule2 kurang kerjaan di Bali ini. Tapi tetep kaga mo rugi, tempat2 yg termasuk a must visit in Thailand tetep harus dikunjungin.
Rute kita : airport Suvarnabhumi Bangkok - Pattaya - Bangkok - go home.

Day 1.
Flight 4 jam, ga pake telat, kt nyampe sekitar jam 4 sore. Feeling pertama adalah laper, krn dr pagi cm sarapan roti. Langsung nyari bus dr airport lsg ke Pattaya. Sempat dipanggil2 oleh org yg pake tag tourist information, tp berdirinya di dpn stand tour en travel. Kita jadi keder jg. Soale byk diceritain soal org2 yg kerja sama ma travel, tp ngakunya tourist information. Di mana ntar ujung2nya kt dibujukin buat join tournya mereka.
Di deket eskalator ke pintu keluar, ada stand penjualan bus ke pattaya. Ada yg executive, tp tetep kt pilih yg ekonomi (judulnya jg turis kere, hehe).

di dlm busnya

Harga tiketnya 124THB /org. Busnya nice en bersih. Agak membosankan sepanjang perjalanan, kiri kanan kebanyakan pabrik2 gede. Tp krn ini pertama, tetep excited poto2 (meski lapeer..).
Sekitar jam 7 malam, nyampe di Pattaya. Krn ga tau jalan, en ga punya petanya, en ga tau hotelnya di mana, kt turun di perhentian terakhir. Dah gelap en lumayan sepi di terminalnya. Song Thaw (sejenis bemo) kebanyakan menuju ke pantai Pattaya, sedangkan hotel kt di pantai Jomtien. Akhirnya kt terima bujukan satu driver Songthaw buat anterin kt ke hotel, per org kena bayar 50THB. Apa boleh buat.. meski berasa itu rada mahal, aplg ga ampe 5 menit kt dah nyampe. G dah mo ngomel2, tp ga kuwat krn lapaaarrr.. Baru nyampe hari pertama dah tertipu. Tp krn kt inget ini resiko dlm perjalanan (en krn lapeer), jd cm nyengir2 tolol aza.
Check in di hotel Nirvana Couture, kt dah pesen online ni hotel.
It was nice en bersih, sgt worthed. Pegawai hotelnya ga semua ramah, tp it's okay lah.
Di sepanjang jalan Jomtien byk yg jual makanan, ngiler dah, pengen nyobain semuanya. Akhirnya kt makan di salah satu food stallnya. Makanan pertama di Thai, pork rice en chicken rice (Total mkn berdua 125THB). Enak :D.

sorry, non halal rice


Abis mkn kt jalan2 di sepanjang jalan Jomtien. Masih rame jg pantainya di waktu malam. Kita cobain tanya harga tiket Alcazar di salah satu tour en travel yg masih buka, ternyata hampir sama ma info2 di inet. Jadi kt beli sekalian (plus ngembat peta Pattaya), 400THB tanpa transport.
Sebelum balik hotel kt mampir ke Seven Eleven dulu (bertebaran di Thailand), nyetok air en snack. Terus beli chicken kebab yg dari tadi g incer (60THB). Yang jual cm pake gerobak gt, tp dagingnya boo.. berlimpah2, enak lagi. G masih ngiler kalo inget (drolling..).

chicken kebabbbb.... miss u huhuhu


G baru kali ini liat org jualan kebab dgn style gt, dagingnya ditumpuk tinggi, terus dikikis samping2nya. Pengalaman hari pertama, kendala bahasa begitu kerasa. Ga semua (bahkan dikit) org Thai yg bisa bahasa Inggris. Kt dah apalin numeric en very very basic conversation Thai, jd kebantu dikit. Andalan g, mai kao jai (i don't understand).


Day 2.
Edo bangun pagi, ujan gedeee..Jalanan ampe banjir boo. G masih tidur pules.
Edo keluar buat extend hotel, trus pinjem payung hotel buat beli makan.. G masih tidur pules.
Edo balik hotel bawa roti cone isi daging, cakwe en air minum.. G bangun :D.
Tadinya dia ngiler mo beli macam2 di jalan, tp krn baru hari kedua, jadi masih takut diketok kl ga dipampang harganya.
Menjelang siang ujan udah berhenti.
Naik songthaw yg emg ada rutenya ky metromini ampe ke pantai Pattaya, kt cm bayar 10THB/org. Bayangin dgn yg semalam :((
Kt jalan2 di pantai Pattaya. Pantainya ternyata coklat en tipis amat. Tapi dah dibuatin jalan setapak yg nyaman.


Pattaya beach

Kt beli kelapa thai yg mini (20THB), tp segernya pol. Trus nyari motor sewaan.
Rata2 nawarin motor 300THB sehari, kl 2 hari, sehariny dapet 250THB. Kita rada ogah karna di inet diblgnya cm 150THB.
Akhirnya id penyewaan motor berikutnya, Edo lgsg tanya ada ga motor yg murah, kira2 150THB. Orangnya lsg nyahut ada. Pas banget.
Kita dikasi scooter merah, mirip2 Scoopy. Dikasih gembok jg, biar motornya aman di parkiran. Abis tuh kt lsg nyari pom bensin. Krg ga ada tulisan harganya, kt lsg minta isi 60THB aza, dptnya sekitar 1,8ltr. Lumayan, kt ga isi bensin lg ampe motornya dibalikin.
Lega krn dah dpt bensin, kt mulai d petualangan di jalanan Pattaya dgn scooter. Jalan2 di Pattaya lbh simple, en kondisi pengguna jalannya jg mirip2 Indo. Awal2 sih kt masih ngikutin kendaraan depan, krn ga bisa baca rambu2nya (ada yg beda). Tp lama2 kt dah santai aza, malah dah pake ngebut, hehe..



Ga tau anjingnya sapa nih, lucuu.


Dah siang, laper. Kt masuk ke satu rumah mkn, mesen mie sapi en nasi ayam (total 95THB). Uniknya makan di Thai, dr rumah makan ampe tenda pinggir jalan, hampir semua menyediakan bumbu2 di atas mejanya buat kt ambil. Cabe bubuk, cabe cair, sambel, kecap manis, kecap asin, kecap ikan, etc. Puas dah.. Tp terkadang saking semangatnya, bumbunya dicoba semua, rasa makanannya jd absurd :D.

Kt mampir ke IT mall, muter2, beli simcard local. Harga barang2 elektronik kek handphone, hampir sama dengan di Indo.
Menjelang sore, kt balik dulu ke hotel buat istirahat. Sebelumnya kt dah
mengunjungi mall2 di sepanjang pantai Pattaya. Ripley's "Believe it or not" terletak di dlm mall. Krn lumayan mahal, kt ga masuk. Cm numpang mejeng di luar ;)). Kt jg sempat liat Walking Street-nya sebentar. Masih sepi krn msh 'pagi', mirip jalan normal biasa.

Sktr jam 7 kt berangkat ke Alcazar. Krn masih ada waktu, kt jalan bentar. Jajan juhi, sate ayam en babi (around 10-20THB /tusuk). Trus ke Big C, hypermarket yg menjamur di sono. Liat KFC, jd pengen nyobain KFC-nya sama ga ma yg di Indo :D ternyata sama jg. Abis tuh masuk mallnya bentar (numpang pipis -red).

Akhirnya Alcazar show! Sblm masuk penonton dikasih welcome drink. Kita kira minumannya ga boleh dibawa masuk, jd kt buru2 abisin di luar. Ternyata
banyak yg bawa masuk, bahkan disediain tempat minum di kursi, huhuhu.. we r stupid.
Pertunjukannya sangat menarik. Para transgender (yg bahkan dah ga keliatan sisi co-nya), menampilkan kabaret, nyanyi dan tariannya dibawain sesuai dgn perwakilan beragam negara. Bahkan ada yg melayu. So cool. Ini show yg g ga rugi bayar segitu buat liat. Recommended buat yg blm pernah.


Yg kaya gini lo.. 'ce'nya

'Artis'2 show tadi mejeng di parkiran luar setelah pertunjukan usai, siap buat foto2 bareng penonton tadi, dgn uang tips tentunya. Sebenarnya g mikir mo ikutan jg. Tapi mikir ntar hasil fotonya ga bisa ditampilin di mana2, huhuhu.. krn mrk terlalu kinclong, en g dah lusuh ga karuan. Ditambah lg mrk tinggi2, pake sepatu hak tinggi lg, dgn kostum kabaret yg wah... can't imagine the result, mannn...


G ky babu ntar...

Malamnya kt ke Walking Street bentar. Wilder than Kuta :), ato Kuta lbh terselubung, dunno. Kt jajan lg di dkt hotel. Ayam panggang seekor ma sate. Nicee..


Jajanan gerobaknya kek gini

Nyambung ke part 2.

Rabu, Juli 01, 2009

Kost di Bali

Pindah kos lagi..

Sejak di bali dah 4x pindah kos, jadi total 5 kost yg dah g 'tungguin'.

Kost pertama, dicariin ma adiknya tmn kantor lama yg asli Bali.
Positifnya, lumayan luas.. mgkn sekitar 3x5. Kamar mandi dalam (rata2 kost di Bali punya kamar mandi dlm), dah ada dipannya(kasur mesti beli sendiri). Kondisi dah lumayan tua, tp masih nyaman. Kamarnya sih ga panas, cenderung adem malah. Sayangnya hanya ada 4 kamar di kos2an tersebut, dgn 1 kosong, 1 ditempatin ma anak bpk kos, 1 ditempatin ma suami istri yg buka toko batik. Jadi sepiiii bgt. Suami-istri tsb pergi pagi2, pulang malam en lsg masuk ke kamar, masa g ganggu ke kamarnya, hehehe..
Tiap malam g ditemenin ma kucing, anjing, ayam en bebek yg rutin rapat di halaman depan. Berisik banget. Seringnya sih g ketakutan kl dah jam 2 pagi anjing2 pd melolong di dpn. Mana sblm datang ke Bali dah ditakut2in tmn dgn aura mistisnya Bali.
Singkat kata g ga betah, 2 bulan kemudian pindah.
Thrilling story:
Suatu malam g liat ada makhluk kecil item yg lari2 di dkt wc. Cepet banget. Pas g cari2 lagi, dah ga tau nyungsep ke mana. Selama beberapa mlm makhluk itu msh berkeliaran di kmrku, sekali2 terlihat. So, one night, pas banget g liat tuh buntelan kecil berhenti di dkt koper. G liat2 lagi, anak tikus boo.. keciiilll bgt. Ky harmster, tp ya tikus ( ga tau dah apa).
Nyungsep ke sela koperku di bagian tarikannya. Akhirnya g bawa koper itu keluar en tepuk2in pake sapu. Keluar jg stlh bbrp saat. Rada prihatin jg sih, it's a cruel world outside. Dgn anjing2 en kucing2 yg msh rutin rapat tiap malam. But, mo gimana lagi... g jg jijik...

Kost kedua, masih lumayan baru, 3x3m. Dipotong kmr mandi dlm.
Panas. G bertahan lumayan lama di kos ini, sekitar 5 bulan. I love it clean and new. Enaknya kos yg masih baru, lu ga bakal ngeliat tembok yg dah berlubang di sana sini, mengelupas, or membusuk. Sayangnya letaknya persis di depan banjar (semacam bale2). So tiap hari tertentu, rutin diadakan latihan untuk upacara. Lengkap dengan gamelan Bali yang membahana. Well, bukannya g ga suka, tp itu mengalahkan suara tv dgn volume hampir max.
Thrilling story:
Selain latihan di banjar, sering jg malam hari tetangga g tengkar ma co-nya. Banting hp, banting pintu, banting (apa aza). For me, it's kinda soothing in a good way. G sering ga bisa tidur ato terbangun tengah malam, en suasana sepi membuatku ketakutan. So mendengar suara tetangga lbh menentramkan sebenarnya, meskipun itu jam 3 pagi.

Kost ketiga, g tinggal ber-3. Yeah, g, Vera and Loren memutuskan untuk menyewa semacam kos2an 2 lantai. Kost baru, en jendelanya gede2, great actually. Dari lantai dua kt bisa tidur2an sambil melihat birunya langit Bali, di antara jemuran cucian dalaman, hehehe. Namun, meskipun 2 lantai, ukurannya tidak besar, sekitar 4x3.5 mgkn. Seiring dgn berlalunya waktu, bertambahnya barang2, akhirnya kt mulai merasa sumpek. Sekitar 1 taon 1 bulan kemudian kt memutuskan pindah. Berlalu sudah saat2 gosip sebelum tidur, hikz.
Thrilling story:
G bersyukur bgt ada tmnnya pas kebangun tengah malam, so I don't feel so scare anymore. But one night on the first month, ketika g terbangun subuh en masih gelap, g denger suara ce humming, sayup2. G lsg berpikir utk membangunkan yg lain, tp ga tega jg.
Setelah itu berhari2 g denger suara yg sama. Dah berbagi cerita serem itu ke yg lain, ampe dipercandain kok lagunya itu2 aza ya, akhirnya g terbiasa. After a few month, i then realized.. itu suara adzan!!! Kynya g terbangun subuh2 pas adzan en msh mengantuk, didukung dengan suasana hening, jadilah itu suara horor.

Kost keempat, terpencil.
Peta: masuk gang, belok kiri, kanan, kanan dikit, kiri lagi, kanan lagi, kiri lagi, ketemu lapangan, kiri lagi, luruuuss ampe mentok, sblh kiri. Well, it's true. Not that horrible actually, tp tetep aza ruwet. Bagusnya itu brandly new, dgn teras gede yg punya g sendiri, ubin masih kinclong, wc msh bersih (terutama pintunya). Negatifnya, panas en jalannya ribet, rada rusak en tergenang kl ujan. After 4 months, i gave up. Pindah kos lagi..
Thrilling story: Pertama masuk, tetanggaku 3 org co yg tinggal sekamar. Mereka dtg dr jawa, en sprtinya tidak bekerja. Kerjaannya menelp sana sini, mlm2 pergi, en bilang kl cm mau stay sebulan. G lsg terbayang dgn kasus bom bali sblmnya.

Kost kelima, lantai 1. T
Tiap nyari kos, g sll milih lantai atas. Selain dapat udara lebih seger, ga demen binatang dr luar yg ikutan bertamu (kodok, cacing, etc). Rada keder jg sih, tp krn dpt bed queen size, i can see the bright side :). Ga baru sih, tp lbh adem. Rada serem aza kl kmrku jamuran krn lembab. Yah, moga aza bisa betah. Kl tidak pemilik jasa pick up pindahan bakalan seneng dpt langganan ky g. En hopefully no thrilling story this time.